Pages

Rabu, 24 Februari 2010

ANGER MANAGEMENT

Hanya seorang yang pemarah yang bisa betul-betul bersabar.

Seseorang yang tidak bisa merasa marah -tidak bisa disebut penyabar; karena dia hanya tidak bisa marah.

Sedang seorang lagi yang sebetulnya merasa marah, tetapi mengelola kemarahannya untuk tetap berlaku baik dan adil adalah seorang yang berhasil menjadikan dirinya bersabar.

Dan bila Anda mengatakan bahwa untuk bersabar itu-sulit, Anda sangat tepat; karena kesabaran kita diukur dari kekuatan kita untuk tetap mendahulukan yang benar dalam perasaan yang membuat kita seolah-olah berhak untuk berlaku melampaui batas.

Kesabaran bukanlah sebuah sifat, tetapi sebuah akibat. 

Perhatikanlah bahwa kita lebih sering menderita karena kemarahan kita, daripada karena hal-hal yang membuat kita merasa marah. Perhatikanlah juga bahwa kemarahan kita sering melambung lebih tinggi daripada nilai dari sesuatu yang menyebabkan kemarahan kita itu, sehingga kita sering bereaksi berlebihan dalam kemarahan.

Hanya karena Anda menyadari dengan baik –tentang kerugian yang bisa disebabkan oleh reaksi Anda dalam kemarahan, Anda bisa menjadi berhati-hati dalam bereaksi terhadap apa pun yang membuat Anda merasa marah. Kehati-hatian dalam bereaksi terhadap yang membuat Anda marah itu lah yang menjadikan Anda tampil sabar.

Kemarahan adalah sebuah bentuk nafsu.

Nafsu adalah kekuatan yang tidak pernah netral, karena ia hanya mempunyai dua arah gerak; yaitu bila ia tidakmemuliakan,pasti ia
menghinakan.

Nafsu juga bersifat dinamis, karena ia menolak untuk berlaku tenang bila Anda merasa tenang. Ia akan selalu memperbaruhi kekuatannya untuk membuat Anda memperbaruhi kemapanan Anda.

Maka perhatikanlah ini dengan cermat; bila Anda berpikir dengan jernih dalam memilih tindakan dan cara bertindak dalam kemarahan, nafsu itu akan menjadi kekuatan Anda untuk meninggalkan kemapananAndayang sekarang -untuk menuju sebuah kemapanan baru yang lebih tinggi.

Tetapi, bila Anda berlaku sebaliknya, maka ke bawahlah arah pembaruan dari kemapanan Anda.

Itu sebabnya, kita sering menyaksikan seorang berkedudukan tinggi yang terlontarkan dari tingkat kemapanannya, dan kemudian direndahkan karena dia tidak berpikir jernih dalam kemarahan.

Dan bila nafsunya telah menjadikannya seorang yang tidak bisa direndahkan lagi, dia disebut sebagai budak nafsu.

Kualitas reaksi Anda terhadap yang membuat Anda marah, adalah penentu kelas Anda.

Kebijakan para pendahulu kita telah menggariskan bahwa untuk menjadi marah itu mudah, dan patut bagi semua orang. Tetapi, untuk bisa marah kepada orang yang tepat, karena sebab yang tepat, untuk tujuan yang tepat, pada tingkat kemarahan yang tepat, dan dengan cara yang tepat -itu tidak untuk orang-orang kecil.

Maka seberapa besar-kah Anda menginginkan diri Anda jadinya?

Memang pernah ada orang yang mengatakan bahwa siapa pun yang membuat Anda marah-telah mengalahkan Anda. Pengamatan itu tepat-hanya bila Anda mengijinkan diri Anda berlaku dengan cara-cara yang merendahkan diri Anda sendiri karena kemarahan yang disebabkan oleh orang itu.

Itu sebabnya, salah satu cara untuk membesarkan diri adalah menghindari sikap dan perilaku yang mengecilkan diri.

Kita sering merasa marah karena orang lain berlaku persis seperti kita.

Perhatikanlah, bahwa orang tua yang sering marah kepada anak-anaknya yang bertengkar -adalah orang tua yang juga sering bertengkar dengan pasangannya.

Bila kita cukup adil kepada diri kita sendiri, dan mampu untuk sekejap menikmati kedamaian kita akan melihat dengan jelas bahwa kita sering menuntut orang lain untuk berlaku seperti yang tidak kita lakukan.

Dan dengannya, bukankah kemarahan Anda juga penunjuk jalan bagi Anda untuk menemukan perilaku-perilaku baik yang sudah Anda tuntutdariorang lain,tetapi yang masih belum Anda lakukan?

Lalu, mengapakah Anda berlama-lama dalam kemarahan yang sebetulnya adalah tanda yang nyata bahwa Anda belum memperbaiki diri?

Katakanlah, tidak ada orang yang cukup penting yang bisa membuat saya marah dan berlaku rendah.

Bila Anda seorang pemimpin, dan Anda telah menerima tugas untuk meninggikan orang lain; maka tidak ada badai, gempa, atau air bah yang bisa membuat Anda mengurangi nilai Anda bagi kepantasan untuk mengemban tugas itu.

Ingatlah, bahwa orang-orang yang berupaya mengecilkan Anda itu-adalah sebetulnya orang-orang kecil.

Karena, orang-orang besar akan sangat berhati-hati dengan perasaan hormat Anda kepada diri Anda sendiri. Bila mereka marah pun kepada Anda, mereka akan berlaku dengan cara-cara yang mengundang Anda untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Sedangkan orang kecil? Orang-orang kecil membuat orang lain merasa kecil agar mereka bisa merasa besar.

Anda mengetahui kebesaran yang dijanjikan untuk Anda. Maka besarkan-lah orang lain.

(Sumber: Mario Teguh, MSTS 13.07.2006)


Ragam Motivator

Ada dua tipe motivatior:

  • Semangat memotivasi orang, tapi lupa merealisasikan ke diri sendiri
  • Semangat memotivasi orang, namun ketika sedang bersendirian ia tersungkur lemas,     ketakutan. Takut jikalau kata-kata semangat yang disampaikannya tadi malah mendatangkan kemarahan Allah padanya. Sehingga ketakutannya itu justru menghadirkan motivasi yang lebih besar lagi bagi dirinya sendiri untuk menjadi lebih baik

    Untuk tipe pertama, Allah menyentilnya di dalam Al-Qur’an;

”Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS: Ash-shaff:2-3)

           Ya, jenis orang yang dengan enteng berucap, namun tidak mau memahami bahwa ada                    konsekuensi pengaplikasian dari apa yang diucapkannya.

Sebaliknya tipe kedua, sekilas dari luar terlihat sama dengan tipe pertama, sama-sama                 bersemangat. Tapi ada poin penting yang membedakkan mereka. Bahwa orang kedua                   adalah orang yang tak meninggalkan ucapannya begitu saja, tapi membawanya pulang ke kesendiriannya. Perenungan, penghayatan, dan kesadaran, bahwa seluruh kata-kata indah yang dikeluarkannya itu paling utama ditujukan buat dirinya

Then, Tipe Motivator yang manakah kita???


Minggu, 21 Februari 2010

Melalui media ini, kami akan berbagi informasi mengenai kegiatan-kegiatan yang dilakukan DTC UKMI Ad-dakwah. Selain itu, insya Allah di blog ini juga akan hadir karya-karya terbaik Instruktur DTC UKMI Ad-dakwah USU. Don’t miss it!


ayooo... lebih dekat dengan DTC UKMI Ad-dakwah USU, traning center kita semuuuaaa!

What's DTC??

Dakwah Training Center Unit Kegiatan Mahasiswa Islam Ad-dakwah Universitas Sumatera Utara yang kemudian disingkat menjadi DTC UKMI Ad-dakwah USU adalah lembaga semi otonom UKMI Ad-dakwah USU.


Lembaga ini bertugas untuk menyiapkan pengelolaan pelatihan atas permintaan pengurus maupun luar pengurus UKMI Ad-Dakwah USU. Awalnya DTC bernama Lembaga Pengelolaan Latihan UKMI Ad-dakwah USU (LPL UKMI Ad-dakwah USU). Namun mengalami perubahan menjadi DTC pada Musyawarah Besar I Lembaga Pengelolaan Latihan UKMI Ad-Dakwah USU tanggal 12 – 17 Desember 2009 di Mesjid Dakwah Kampus USU.


Sesuai dengan Pedoman Dasar Lembaga pasal III, VISI DTC adalah menjadi suatu lembaga pengelolaan pelatihan yang profesional, responsif terhadap kebutuhan dan mampu mentransformasikan nilai-nilai secara integral dan faktual dalam setiap pelatihan yang dikelola. Untuk itu DTC UKMI Ad-dakwah USU berkomitmen untuk menjadikan Al Qur’an dan Sunnah sebagai landasan.


Dan MISI untuk mewujudkan VISI tersebut adalah:

  • Membangun sistem manajerial organisasi yang dinamis dan profesional
  • Menciptakan kepengurusan yang mempunyai integritas dankolektifitas pergerakan
  • Menciptakan kader yang mempunyai pemahaman ke-Islam-an yang integral, berpengetahuan luas, berfikir rasional, sistematis, objektif dan kritis serta mempunyai militansi yang tinggi
  • Senantiasa melakukan pengembangan dan penyempurnaan dalam sistem, metode dan materi pelatihan
  • Membangun kerjasama dan kesatuan gerak dengan kepengurusan UKMI Ad-Dakwah.
  • Menjalin hubungan baik dan kerjasama civitas akademika USU dan masyarakat pada umumnya


Ada pun pengurus DTC UKMI Ad-dakwah USU periode 2010 adalah sebagai berikut:


Ketua Lembaga : Fauzan Zulqarnain Nasution (Teknik Elektro USU 2007)

Sekretaris Lembaga : Yoan Utami Putri (Pendidikan Dokter USU 2008)

Bendahara Lembaga : Dewi Putriani Siregar (Sastra Inggris USU 2008)


Sementara itu, anggota DTC UKMI Ad-dakwah USU adalah seluruh instruktur DTC, baik yang menjadi pengurus, senioren atau alumni UKMI Ad-Dakwah USU. Untuk menjadi instruktur, setiap nggota biasa UKMI harus mengikuti dan lulus training pengkaderan Instruktur serta telah disahkan berdasarkan surat keputusan pengangkatan.


Anggota Instruktur I adalah anggota Instruktur yang telah mengikuti dan lulus Training of Trainers dan juga telah mengikuti dan lulus Fit and Proper Test serta telah disahkan berdasarkan surat keputusan pengangkatan. Sedangkan Instruktur II adalah instruktur yang telah mengikuti Training of Trainers, tetapi belum mengikuti/lulus fit and proper test.


DTC juga mempunyai Dewan Penasehat yang memiliki status sebagai badan konsultasi pelaksanaan Musyawarah Besar UKMI Ad-Dakwah USU. Untuk periode kepengurusan 2010, dewan Penasehat DTC adalah Rossi Nurhasanah.


Demikian sekilas mengenai Dakwah Training Center. Semoga apa-apa yang sudah dan akan tertuang disini, tidak lain tidak bukan memberikan manfaat bagi kita semua. Kritik, saran, news, comment, atau apa saja yang berguna bagi kebaikan dakwah ini, insya Allah akan kami terima. Allahuakbar!

kamu adalah umat terbaik yang dikeluarkan untuk seluruh umat manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah mungkar,

dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman

tentulah hal itu kan lebih baik bagi mereka, diantara mereka ada yang beriman dan kebanyakan dari mereka adalah orang yang fasik.

(Q.S. Ali Imran 3 : 110)

Logo Dakwah Training Center UKMI Ad-dakwah USU