Ada dua tipe motivatior:
- Semangat memotivasi orang, tapi lupa merealisasikan ke diri sendiri
- Semangat memotivasi orang, namun ketika sedang bersendirian ia tersungkur lemas, ketakutan. Takut jikalau kata-kata semangat yang disampaikannya tadi malah mendatangkan kemarahan Allah padanya. Sehingga ketakutannya itu justru menghadirkan motivasi yang lebih besar lagi bagi dirinya sendiri untuk menjadi lebih baik
Untuk tipe pertama, Allah menyentilnya di dalam Al-Qur’an;
”Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS: Ash-shaff:2-3)
Ya, jenis orang yang dengan enteng berucap, namun tidak mau memahami bahwa ada konsekuensi pengaplikasian dari apa yang diucapkannya.
Sebaliknya tipe kedua, sekilas dari luar terlihat sama dengan tipe pertama, sama-sama bersemangat. Tapi ada poin penting yang membedakkan mereka. Bahwa orang kedua adalah orang yang tak meninggalkan ucapannya begitu saja, tapi membawanya pulang ke kesendiriannya. Perenungan, penghayatan, dan kesadaran, bahwa seluruh kata-kata indah yang dikeluarkannya itu paling utama ditujukan buat dirinya.
Then, Tipe Motivator yang manakah kita???
0 komentar:
Posting Komentar